Selasa, 03 April 2018
Kebaikan membawa kebaikan
Sabtu, 09 Desember 2017
Keajaiban itu ada
Senin, 25 September 2017
Memberi
Minggu, 24 September 2017
Lembah Lolipop
Sabtu, 05 Agustus 2017
Nasib bisakah diubah?
Alksah hidup lah seorang peramal terkenal bernama Chen pau lie dan seorang anak laki-laki tunggalnya bernama Chen wen cien disebuah kota kecil di cina selatan, pak Lie umurnya sudah 60 tahun dan anaknya baru berumur 19 tahun sedangkan istri dari pak Lie telah meninggal waktu Wen Cien berumur 15 tahun, bapak dan anak ini hidup dengan serba bercukupan, hal ini dikarenakan pak Lie selain menjadi peramal terkenal yang ramalannya selalu tepat dia juga adalah tabib terkenal juga, tugas Wen cien setiap pulang sekolah adalah meracik obat-obatan di apotik mereka bersama dua orang pembantunya sementara pak Lie sibuk melayani pasien yang sangat banyak setiap harinya.
Begitulah kegiatan keseharian bapak dan anak tersebut, Pada suatu malam pak Lie coba meramal nasib anaknya, alangkah terkejutnya pak Lie melihat hasil dari ramalan itu, ternyata Wen Cien anak kesayangannya tidak berumur panjang dan meninggal di usia yang sangat muda yaitu pada umur 20 tahun. Pak Lie sangat terpukul dan tidak bisa menerima kenyataan ini, keesokan hari pagi-pagi buta pak Lie pergi ke gunung untuk menemui gurunya, berharap ramalannya salah.
Tapi apa mau dikata, guru pak Lie juga mengatakan hal yang sama, dengan langkah yang gontai pak Lie pulang kembali ke rumah. Sesampainya di rumah pak Lie terus melamun " kenapa anak yang begitu baik harus mati muda, siapa lagi penerus ku, buat apa harta ku berlimpah tetapi anakku satu-satunya tidak dapat ku pertahankan dan akan mati muda" gumannya dalam hati. Pak lie tidak sanggup melihat anak kesayangannya meninggal dihadapannya.
Pak Lie pun memanggil Wen Cien "anakku kamu sudah dewasa, menurut adat nenek moyang kita kamu harus pergi berkelana mencari ilmu, kini waktunya telah tiba anakku " kata pak Lie sambil meneteskan air mata, sebenarnya tak ada adat seperti itu dalam keluarga pak Lie, ini hanya ide dari pak Lie karena dia tak mau melihat anak kesayangan meninggal di hadapannya.
Wen cien pun bertanya "kenapa papa menangis? kalau papa rasa berat, kita langgar aja adat keluarga kita itu, lagipula siapa yang membantu papa nanti" pak Lie pun tersadar dan berpura-pura tegar dihapusnya air mata "Anakku adat tidak boleh dilanggar dan kamu jangan kawatirkan papa, kan ada dua pembantu kita yang setia mendampingi papa, besok pagi-pagi kamu sudah harus berangkat anakku "
Keesok paginya Wen Cien pun berangkat dengan bekal dan uang yang cukup banyak karena pak Lie tahu anaknya tak akan kembali lagi, sebagian uang tabungan pak Lie diserahkan kepada anaknya, pak Lie berharap anak nya dapat menikmati sisa hidupnya.
Hari berganti bulan, bulan berganti tahun pak lie pun kembali tegar meskipun terkadang pak Lie bersedih bila teringat pada anak kesayangannya itu. Setelah kepergian Wen Cien, pak Lie pun menjadi seorang dermawan yang baik hati, baginya harta tidak penting lagi, pak Lie selalu memberi pengobatan gratis terhadap pasien-pasiennya yang kurang mampu juga terhadap kedua pembantunya, pak Lie sudah menganggap mereka sebagai anaknya sendiri, setiap ada kegiatan sosial atau ada pembangunan Vihara pak Lie selalu menyumbang.
Pada suatu malam setelah hujan yang begitu deras berhenti, pintu rumah Pak Lie diketuk oleh seseorang berkali-kali, pak Lie pun bergegas keluar dari kamar, pak Lie menebak pasti ada orang yang butuh pertolongan, pak Lie pun segera membukakan pintu... dan alangkah terkejutnya pak Lie..pak Lie tidak percaya orang yang berdiri dihadapannya dengan seragam pengawai pemerintahan.
"....A cien.....Acien anak ku...benarkah itu...."teriak pak Lie dengan bibir yang bergetar dan mengucek-ucek matanya.
"Benar pak ini saya anak papa" jawab pemuda itu, lalu merekapun berpelukan rindu bertahun2 tidak bertemu, tapi dalam benak pak Lie berkata " ini tidak mungkin ....ini tidak mungkin...pu khe neng..." diusap-usapnya wajah pemuda itu pak Lie masih tidak percaya kalau itu Wen Cien anaknya atau ini arwahnya sebab seharusnya Wen cien telah meninggal beberapa tahun yang lalu.
Keesok harinya pak Lie masih penasaran dan tidak percaya kalau anaknya masih hidup, pak Lie pun bergegas pergi kegunung bersama Wen Cien utk menjumpai gurunya.
Sesampai di padepokan gurunya, setelah memberi hormat pak Lie pun langsung berkata "guru ramalan kita sudah salah guru...lihat Wen Cien anakku masih hidup dan sekarang menjadi pejabat "
Guru pak Lie " ehmmmm...tidak mungkin...tidak mungkin " sambil tangannya menghitung2 " ini tidak mungkin... semua hitungan kita benar...ada apa ini " guru pak Lie menggeleng-gelengkan kepala sambil mengelus janggutnya yang panjang.
Akhirnya guru pak Lie pun mengintrograsi Wen Cien " Nak coba katakan pada kakek guru apa yang kamu lakukan setelah meninggalkan rumah",
Wen Cien pun bercerita " Setelah pergi dari rumah aku tidak tahu mau kemana dengan menaiki kuda, aku telusuri jalan tanpa tujuan setiap kota yang ku jumpai aku beristirahat dan esoknya ku lanjutkan kembali perjalanan... lalu tiba disebuah sungai aku melihat seorang ibu dgn ketiga anaknya yang masih kecil menangis di pinggir jembatan, ku perhatikan terus ibu itu eh..ternyata dia dan ketiga anaknya akan melompat kesungai yang dalam itu...aku pun bergegas menahan ibu itu agar tidak tidak terjun kesungai tersebut..."
Ibu itu berteriak "mengapa kamu menolongku anak muda? AKU INGIN MATI!..."
Wen Cien pun berkata "kenapa ibu mau bunuh diri...? lagi pula kenapa anak-anak juga akan ibu bunuh apa yang terjadi ibu...? "
Ibu itu menjawab" suamiku baru saja meninggal... rumah serta ladang kami di sita oleh tengkulak, sekarang kami tidak memiliki apa-apa lagi, sebenarnya saya hanya ingin bunuh diri sendirian karena tidak tahan lagi menanggung beban yang sangat berat, tetapi kalau saya meninggal, bagaimana anak-anak saya? siapa yang memilihara mereka? jadi mereka saya bawa serta."
Mendengar cerita itu Wen Cien tergugah hatinya dan memberikan uang yang cukup banyak kepada ibu itu "Bu ini ada sedikit uang semoga bisa meringan kan beban ibu, " wah ini terlalu banyak anak muda" jawab ibu itu " tidak bu...saya juga minta izin tinggal bersama ibu karena di sini saya tidak punya saudara" sahut Wen Cien.
Wan Cien pun tinggal bersama ibu itu dan membantu mengambangkan usaha keluarga ibu itu. Kehidupan merekapun sekarang jauh lebih baik dari waktu suaminya masih hidup. Dan pada suatu hari ada pengumuman dari kota raja bahwa ada penerimaan pejabat negara.Wen Cien pun ikut ujian dan akhirnya lulus dgn nilai yang sangat baik serta di terima menjadi pejabat negara.
Mendengar cerita Wen Cien Pak Lie dan gurunya termenung sejenak sambil jari-jari mereka menghitung "...Aha....ternyata nasib bisa dirubah " celoteh guru Pak Lie.
Ternyata nasib bisa di rubah itulah kenyataannya, Wen Cien dan pak Lie telah merubah nasib mereka dengan berbuat kebajikan.
>> Cerita ini tak jauh berbeda dengan kisah LIAU FAN.. yang merubah nasib buruknya dengan berbuat kebajikan...dari cerita ini kita bisa mengambil kesimpulan tak ada satupun makhluk adi daya yang menguasai nasib kita ...kita lah sendiri yang mengendalikan nasib kita ...dari hasil karma masa lampau dan karma saat ini.....nasib baik juga akan mejadi buruk kalau di kehidupan ini kita isi dengan perbuat buruk sebaliknya nasib buruk akan menjadi baik apabila kita isi kehidupan kita dengan perbuatan-perbuatan baik.
Kamis, 27 Juli 2017
Pacar Sebulan
Seorang istri menemukan chatt mesra suaminya dgn seorang wanita..... di ponsel suaminya yg kebetulan ketinggalan dirumah...
Membaca setiap chatt nya....
dengan perasaan yg gak bisa dijelaskan seperti apa dan menangis dalam diamnya.... sambil terus membaca.
Setelah itu...
dia mandi dan kesalon menghabiskan waktunya seharian disalon karena ingin membuat kejutan untuk suaminya.
dia mengabaikan telepon dari suaminya yg meneleponnya berkali-kali ke ponselnya...
dia juga tidak menjawab chatt suaminya yg meminjam hp temannya
dia lalu mengirimkan hp suaminya melalui gojek ke kantornya
Malam pun tiba ...
Suami pulang kerumah dan kaget melihat kondisi rumah yg berantakan tapi melihat istrinya cantik dengan dress seksi yg dipakainya
Dengan bingung suami bertanya
Kamu kenapa ?
dia menjawab dengan suara manja
"Aku mau menjadi pacar kamu aja selama sebulan ini"
Suaminya makin bingung dan langsung mencari hp yg ketinggalan tadi pagi.
Hp ktemu dalam kondisi sudah lowbatt.
dan tiba waktunya buat makan malam, suamipun bertanya kepada istrinya masak apa kamu hari ini?
Tapi istrinya tersenyum dan mengajak dinner diluar
Karna lapar, suamipun langsung mengiyakan ajakan istrinya. dimobil istrinya minta dinner di Resto Steak yg terkenal mahal dan enak. Padahal biasanya sang istri lebih memilih tempat yg ekonomis karna uangnya bisa digunakan untuk kepentingan lain..
Stelah itu mreka pun pulang tapi lagi2 suami dibikin bertanya tanya dengan apa yg dilakukan istrinya karna mulai malam ini mreka pisah kamar , istrinya mengulang lagi kata kata "keinginannya untuk menjadi pacarnya selama sebulan"
dan karna pacaran mereka harus tidur terpisah.
Hari berganti hari tak terasa sudah seminggu
Rumah makin kotor tidak dibersihkan, tidak ada lagi sarapan pagi yg disiapkan untuknya bahkan untuk kopipun suami harus bikin sendiri.
Sekarang baju kotornya numpuk di mesin cuci,
Sekarang tidak adalagi ucapan hati2 dijalan ya pah yg selalu diucapkan istrinya ...
Sekarang suamipun pergi dengan kondisi pintu kamar istrinya masih terkunci...
Tapi
Sekarang istrinya perhatian lewat chatt...
menanyakan dia sudah lunch atau belum dan
Sekarang sering mengajak kencan nonton film terbaru dengan janjian di bioskop tempat suaminya juga nonton bareng selingkuhannya.
Sekarang kalau ketemu istrinya selalu tampil sangat cantik karna habis nyalon dulu dan wangi parfum yg sama, yg selalu dipakai slingkuhan suaminya
Sang istri tahu semua dari chatt di hp suami dengan selingkuhan nya. sang istri tau apa parfumnya, dimana salon perawatannya, karna selingkuhan suaminya meminta jemput disalon itu dan minta dibelikan parfum merk tersebut pada suaminya juga makan di resto steak terkenal dan bioskop tempat mreka nonton skarang.
Suaminya makin lama pun makin menyadari ada sesuatu yg beda dan lagi2 menanyakan sama istrinya kamu kenapa ? Tapi selalu dijawab dengan " Aku mau jadi pacar kamu aja" sambil tersenyum.
Pada minggu ke 2 suaminyapun sudah merasa tidak nyaman dengan perubahan istrinya dan mengajak istrinya bicara karna rumah semakin kotor dan anak2 mreka bentar lagi slesai liburan dirumah neneknya.
Cucian baju kotor numpuk bahkan sudah setengah pakaian dilemari yg pindah kemesin cuci menumpuk di sana
Tidak ada lagi aroma masakan tiap pagi atau malam sepulang dia kerja yg disiapkan istrinya
Dia menyatakan keberatan dengan sikap istrinya yg lebih suka kesalon dalam 2minggu ini dan knapa setiap ditanya perubahannya istrinya hanya menjawab aku mau jadi pacar kamu aja
Dengan santai istrinyapun menjelaskan seorang pacar :
1. tidak menyiapkan sarapan juga makan malam buat mreka jadinya tidak bau dapur saat ketemu berangkat dan pulang kerja
2. tidak membereskan rumahmu juga tidak mencuci , setrika dan membereskan lemari pakaianmu juga tidak mengurus anak2mu
3. tidak memikirkan untuk menghemat uangmu
4. Punya banyak waktu untuk merawat dirinya disalon karna gak harus mengurus hidupmu
5. Bisa tampil cantik dan wangi didepanmu
karna pacar berbeda dengan istri....
Aku mau menjadi pacarmu saja bukan istrimu....
seperti prempuan yg chatt denganmu...
yg kamu bilang lebih perhatian dari aku ,
lebih menarik dan selalu wangi saat bertemu denganmu dan
kmu nilai lebih baik
padahal dia hanya melakukan sedikit hal saja untukmu dibanding apa yg aku lakukan untukmu dan hidupmu juga anak2mu
Pakai logikamu dalam menjalani hidup
Kalau kmu ingin aku seperti pacarmu itu sediakan aku 2 PRT untuk membantuku
Note :
Hai lelaki jangan suka bandingin istri kalau ngasih uang bulanan aja masih pas-pasan
Apalagi sampe slingkuh
Banyak2 bersyukur jika istrimu wanita yg baik dan sudah mengurus hidupmu dengan baik.
Jumat, 16 Juni 2017
Mencintai Wanita Lain
Disuatu malam, ada seorang pria yang bertanya kepada Buddha. Karena di memiliki masalah yang bagi dia sangat sulit untuk mengambil keputusan ...
Pria : Buddha yang bijaksana, aku seorang yang sudah menikah, tapi sekarang ini aku sedang suka seorang wanita lain.
Aku tidak tahu harus memilih siapa ???
Buddha : Kamu yakin wanita yang kamu suka ini adalah dia yang bisa menemanimu seumur hidupmu ???
Pria : Ya Buddha, aku yakin.
Buddha : Kalau begitu langsung saja cerai dan nikahi dia.
Pria : Tapi istriku yang sekarang ini baik hatinya dan bermoral, kalau aku menceraikannya, apa aku tidak bersalah ???
Buddha : Pernikahan yang tidak ada cinta itu penuh penderitaan dan bukan hal yang baik.
Kalau kamu sangat mencintai wanita yang kamu sebutkan dan tidak mencintai istrimu, bercerai tidak terlihat bersalah.
Pria : Tapi istriku sangat mencintai aku.
Buddha : Itu berarti dia adalah wanita yang beruntung.
Pria : Kalau aku bercerai dan menikahi wanita lain, harusnya dia akan sedih, kenapa anda bilang dia wanita yang beruntung ???
Buddha : Karena dia masih mencintai anda dan pernikahan anda. Sebenarnya yang masih mencintailah yang beruntung dan yang sudah kehilangan cintalah yang akan menderita.
Karena itu dalam kasus ini, andalah yang akan mengalami penderitaan dan kesedihan.
Pria : Tapi kalau aku menceraikan dia dan menikah dengan orang lain, bukankah dia yang kehilangan aku ???
Buddha : Anda salah, istrimu menjaga cintanya di dalam pernikahan sedangkan anda tidak.
Dia akan tetap merasa di cintai walaupun anda menceraikannya dan suatu hari nanti ada pria lain yang mencintainya.
Sedangkan anda akan kehilangan cinta di dalam kehidupan anda.
Pria : Dia berkata kalau dia hanya akan mencintaiku
Buddha : Apakah kamu pernah mengatakan kata kata ini kepadanya ???
Pria : AKu...
Buddha : Coba anda lihat 3 lilin yang ada di depan anda, lilin mana yang paling terang ???
Pria : Aku tidak bisa membedakannya..
Buddha : 3 lilin ini sama seperti 3 wanita , salah satunya seperti istri anda, tapi anda tidak bisa membedakannya.
Wanita di dunia ini begitu banyak, kalau kamu saja tidak bisa membedakan lilin mana yang paling terang.
Bagaimana mungkin kamu bisa menentukan siapa yang akan menemanimu seumur hidup ???
Pria : Akuu...
Buddha : Sekarang ambil salah satu lilin dan taruh di dekatmu dan coba lihat sekali lagi, lilin mana yang tampak paling terang ???
Pria : Nggak perlu di ragukan lagi, pasti yang ada paling dekat denganku...
Buddha : Kembalikan dia ketempatnya, dan lihat mana yang paling terang ???
Pria : Aku tidak bisa membedakannya lagi .
Buddha: Sebenarnya lilin yang kamu gerakkan tadi bisa diibaratkan seperti wanita lain yang kamu cintai.
Waktu kamu mencintai dia, semuanya terlihat indah, sama seperti lilin yang kamu dekatkan dia terlihat lebih terang, tapi begitu cinta itu pudar, semuanya akan menjadi sama lagi.
Pria : Buddha, aku mengerti, anda bukan ingin supaya aku bercerai, tapi anda ingin aku terus mencintainya.
Buddha : Pergilah anak muda, jalanin hidup dengan istrimu.
Pria : Buddha, saya tahu harus mencintai siapa, istriku tidak akan pernah bisa tergantikan !!!